istiqomah

Istiqomah – Zamzam Travel Umroh & Haji

Seringkali  kita  terperangkap  dalam keraguan ketika menempuh perjalanan menuju tujuan tertentu. Ada suatu saat kita berhenti ditengah jalan, dengan penuh kebimbingan untuk melanjutkan perjalanan, bahkan memutuskan  berbelok arah atau berbalik arah …

Di dalam Surah Alfatihah, yang kita baca setiapkali sholat, ada ayat yang berbunyi  : Ihdinasshiratal mustaqim … Ya Allah tunjukilah kami jalan yang lurus…

Mustaqim adalah orang melakukan  kegiatan istiqamah. Lalu apa itu istiqomah ? Istiqomah berasal dari akar kata qama-yaqumu, yang berarti berdiri tegak, kemudian  berkembang menjadi istaqama-yastaqimu yang berarti  berpendirian teguh. Istiqamah berarti tegak berdiri tidak tergoyahkan, dan itu diwujudkan di dalam kontinyuitas dalam memegang suatu pendirian. Istiqamah adalah  sebuah kondisi keimanan seseorang yang yakin kepada Allah dan mampu meyakinkan  dirinya  untuk tetap berdiri tegak atau tidak menyerah sebelum sampai kepada akhir perjalananya. Ibarat pelari marathon, dia terus berjuang sampai akhir, menyentuh garis finish, walaupupun didera keletihan yang amat sangat, melangkah dengan tertatih-tatih, oleng, bahkan terjatuh, tapi dia  bangkit kembali dan tetap memacu diri untuk mencapai garis finish.

Kita dapat memiliki kondisi pantang menyerah (istiqamah) seperti itu jika memiliki ketetapan arah atau visi yang jelas, serta menerima dan menyadari bahwa jalan menuju kesana tidak selamanya mulus , sering kali terjal dan berliku, penuh kerikil dan lubang yang menjebak dan menjerat, yang melibatkan perasaaan senang dan susah, dan itu membutuhkan pengorbanan.

Dibutuhkan kelapangan  dada untuk menerima bahwa hidup adalah serangkaian  ujian yang dipergilirkan antara susah dan senang, sehat dan sakit,  sejahtera dan sengsara ….

Dalam Surat Hud Allah berfirman “ Fastaqim kama umirta wa man taba ma’aka ….” Dan Beristiqamahlah (lakukankah segala sesuatu dengan kontinyu dan konsisten) sebagaimana  yg kami perintahkan, demikian juga yang harus dilakukan orang-orang yang bertaubat yang bersama-sama kamu  (Wahai Muhammad) “

Menunjuk pada ayat tersebut, tercatat dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA,  Rasulullah SAW bersabda ; tidak ada satu ayatapun yang diturunkan  dalam keseluruhan Al-Qur’an yang paling berat bagi saya, lebih daripada ayat ini.

Pada  Hadist lain disebutkan, seorang sahabat bertanya: ” Ya Rasul tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam Islam, dan saya tidak akan bertanya lagi  kepada siapapun.  Rasulullah  menjawab ” Katakanlah aku telah beriman kepada Allah, kemudian ber-istiqamahlah .( HR.Tirmidzi).