Manasik haji pertama Zamzam Group untuk keberangkatan tahun 2011 ini berlangsung sangat edukatif. Pembicara dan pesertanya sepertinya memang sama-sama antusias belajar.

Acara pembuka membahas tentang kuota dan problemanya yang memang menarik untuk disampaikan. Pertumbuhan angka peminat haji yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kuota menimbulkan polemik yang menarik untuk dibahas. Selain tentu saja mengundang banyak tanya, protes dan kritik terhadap penyelenggara haji khusus.

Muatan yang padat dan banyaknya tips pada saat penjelasan teknis dan ruh perjalanan dari Madinah sampai Sa’i juga tidak kalah menarik. Rasanya tiap paparan sayang untuk dilewatkan karena Ustad Abdul Jalil, SAg memaparkan materi ini dengan penuh semangat. Selain teknis ibadah, banyak hal menarik yang beliau sampaikan, dari mulai serba serbi pakaian ihrom, tips mendapatkan gunting untuk ritual pemotongan rambut dan pelaksanaannya, beradaptasi dan bersabar dengan seluruh rangkaian acara dan orang-orang yang dihadapi, sampai pesan untuk mulai berlatih jalan jauh agar tidak kelelahan saat thawaf.

Sedangkan pada sesi ketiga alias terakhir, Buya Ra’is menekankan pentingnya motivasi dan niat berhaji yang sempurna sebelum beliau menjelaskan teknis dan ruh dari perjalanan ke Mina dan Wukuf di Arafah. Sayangnya, belum terpuaskan dahaga yang mendengarkan, azan Ashar berkumandang dari Mesjid Cut Meutia yang berada persis di seberang Hotel Sofyan dan menandakan acara kami harus berkahir. “Kita lanjutkan di Madinah”, kata Buya menutup Tausyiahnya dan menggoda wajah-wajah dahaga kami.

Rasanya tidak sabar menunggu apa yang terjadi di Manasik kedua tanggal 16 Oktober nanti. Semoga lancar dan edukatif sebagaimana mestinya. Amiin yra.